Rabu, 12 Januari 2011

Nia Ramadhani


Profil

Nama: Nia Ramadhani  
Nick Name: Nia
Tanggal lahir: 16 Apr 1990  
Status: Menikah
Zodiak: Aries  
Lahir di: Jakarta
Debut: Sinetron 'Bidadari 2'
Gadis kelahiran Jakarta, 16 April 1990 itu mulai berkiprah di dunia akting sejak berusia 15 tahun. Pemilik nama asli Priyanti Nur Ramadhani itu mulai mencicipi dunia akting, dengan membintangi sinetron Siti Nurbaya, berkat ketekunan sang ibunda yang memasukkan namanya dalam sebuah perusahaan rumah produksi sinetron.
Bintangnya mulai bersinar saat Nia remaja bermain dalam sinetron serial Bawang Merah Bawang Putih. Di sinetron ini, Nia beradu akting dengan aktor kawakan Dwi Yan, Lydia Kandou, Ully Artha, Naa Khairina, Dimaz Andrean dan Revalina S Temat.  Walaupun mengaku tak punya pengalaman akting dan merasa grogi, karakter Nia dipuji banyak kalangan.
Sebanyak 108 episode sinetron tersebut telah ditayangkan di stasiun televisi RCTI pada 2004-2005. Bawang Merah dan Bawang Putih meraih predikat Drama Seri Terbaik pada ajang Panasonic Award 2005.
Serial Bawang Merah dan Bawang Putih juga tersohor hingga negeri Jiran, Malaysia. Selain karena adanya Ferdi yang merupakan aktor muda Malaysia, Bawang Merah dan Bawang Putih juga disiarkan melalui salah satu stasiun televisi Malaysia, TV3  pada 2006-2007.
Tawaran bermain sinetron remaja lain pun segera saja mengalir kepadanya. Nia berperan dalam belasan sinetron diantaranya Alisha, Kisah Adinda, Benci jadi Cinta, Soleha, Hey Cantik, Candy, Bembi, dan Diva.

Tak hanya sampai di sinetron, Nia merentangkan sayapnya ke dunia panggung layar lebar. Peran pertama yang ia dapatkan ada di film bergenre  horor, Suster Ngesot. Di film ini,  Nia harus beradegan ciuman dengan model asal Kanada Mike Lewis. Tersiar kabar, akibat adegan dalam film ini hubungan Nia dengan Bams Samsons retak.
Tapi ia tidak kapok terus berperan di film horor. Nia mengaku tertantang melakoni karakter yang luas. Di film berikutnya, Hantu Jembatan Ancol,  Nia tampil mengenakan bikini. Penampilannya di film ini memicu protes dari banyak kalangan.
Film selanjutnya yang ia bintangi masih bergenre horor.  Di film Kesurupan, Nia perpasangan dengan Andhika Pratama, Shareefa Daanish. Menjelang pemutaran perdana film Kesurupan,  foto-foto Nia sedang berbikini bersama beberapa orang pria di tepi kolam renang tersebar luas di internet. Nia menanggapi dingin dan menganggap posenya wajar-wajar saja.
Kisah Asmara
Saat berpacaran dengan penyanyi R&B, Ressa Herlambang, pasangan tersebut didapuk sebagai ikon percintaan remaja. Pasalnya, mereka berdua merupakan  sosok orang muda yang tengah bersinar dalam karir dan selalu menjadi pusat perhatian. Tetapi hubungan keduanya tak bertahan lama. Putus dengan Ressa, Nia jatuh cinta dan berpacaran dengan Bambang Reguna Bukit atau Bams, personel grup musik Samsons. Hubungan keduanya juga kandas dalam waktu singkat.
Kemudian tersiar kabar Nia dekat dengan putra kedua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Edy Baskoro. Di lain waktu, Nia dikabarkan dekat dengan keponakan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Adnan Puritcha Ichfan Yasin Limpo. Tapi Nia tidak pernah secara terang-terangan memberi penjelasan.
Putus hubungan dengan Bams, aktris antagonis dalam Alisa ini memilih vakum berpacaran dan berkonsentrasi menekuni karirnya. Kisah cintanya kembali merebak pada pertengahan Oktober 2008. Dalam sebuah acara, Nia tampak bergandengan mesra dengan Ardie, panggilan akrab Anindra Ardiansyah Bakrie, putra Aburizal Bakrie.
Mereka pernah dikabarkan bertunangan pada pertengahan 2009, namun Nia membantah dan menyatakan masih ingin berkarir di dunia entertainment. Hubungan dua insan ini semakin lengket. Terbukti pada  17 Oktober 2009, Ardie melamar Nia dan merencanakan pernikahan akan berlangsung 1 April tahun ini.
Menghadapi pernikahannya, dia melepaskan diri dari aktivitas akting dan syuting. Bersama sang calon suami, Nia kini tengah mempersiapkan sebuah bisnis baru.

Nia Ramadhani - Ardie Bakrie Saling Mengisi

Semenjak menikah, pasangan selebritis dan sosialita Nia Ramadhani dan Ardie Bakrie jarang terlihat di depan publik. Ketika mereka muncul dalam resepsi Dian Sastrowardoyo dan Indraguna Sutowo di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (23/05) dini hari tadi, keduanya pun menjadi sasaran wawancara wartawan.

Editor KapanLagi.com, ent_celebrity_news - Minggu, 23 Mei 2010 15.10 WIB

Nia - Ardie 
Semenjak menikah, pasangan selebritis dan sosialita Nia Ramadhani dan Ardie Bakrie jarang terlihat di depan publik. Ketika mereka muncul dalam resepsi Dian Sastrowardoyo dan Indraguna Sutowo di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (23/05) dini hari tadi, keduanya pun menjadi sasaran wawancara wartawan.
"Alhamdulilah sih selama ini belum ada yang perlu diomongin serius banget. Setiap masalah yang kita hadapi bisa kita selesaikan secara baik-baik. Itu masih wajar kan karena tiap kepala itu pasti beda pendapat," jawab Nia saat ditanya kesannya setelah menikah.
"Saling mendukung aja," tambah Ardie singkat.
Setelah menikah pun, Nia mengaku hidupnya terasa lebih tenteram. Dia dan Ardie pun selalu saling mengisi satu sama lain.
"Lebih tenteram karena kan kita saling mengisi. Kita dua yang menjadi satu. Kayaknya sampai sekarang alhamdulilah masih baik-baik saja," katanya.
Mereka pun tak mempermasalahkan soal kapan akan dikaruniai buah hati. Semuanya diserahkan ke tangan Sang Pencipta.
"Kita serahin sama yang Di Atas. Nggak mau pakai direncanain atau gimana, lebih baik alami kan. Insya Allah siap. Namanya manusia kan nggak ada yang pernah siap 100%. Yang penting yakin aja. Pas nikah juga begitu, ternyata setelah menjalani ya siap aja," terang Ardie yang hobi makan makanan Meksiko dan kebab buatan Nia ini.
Sementara, saat ditanya soal karir Nia di dunia entertainment, aktris cantik ini mengaku belum akan meninggalkannya.
"Kalau dunia entertain mungkin masih, tapi bukan sebagai artis yang ada di depan layar, main sinetron. Misalkan nanti rindu atau bagaimana kan bisa di belakang layar," jawab Nia. (kpl/ato/npy)

Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Tunggu Momongan

Nia Ramadhani belum menunjukkan tanda-tanda berbadan dua. Padahal, menurut Nia dan suaminya, Ardy Bakrie, mereka tidak menunda-nunda untuk punya momongan. "Apa yang diberikan oleh Allah, janganlah ditunda-tunda.

CekRicek Editor, CekRicek - Jumat, 06 Agustus 2010 18.09 WIB

Ardie Bakrie-Nia Ramadhani|Foto: Yayat Ruhayat CnR 
JAKARTA –CnR/OMG- Nia Ramadhani belum menunjukkan tanda-tanda berbadan dua. Padahal, menurut Nia dan suaminya, Ardy Bakrie, mereka tidak menunda-nunda untuk punya momongan. "Apa yang diberikan oleh Allah, janganlah ditunda-tunda. Makanya, lagi nunggu tips-tips nih," ucap Nia ketika ditemui di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Kamis (5/8/2010).
Nia yang sudah jarang muncul di layar kaca, tak banyak bicara ketika ditanya wartawan tentang hal yang sama. "Doaian aja ya," singkatnya sambil tersenyum.
Diakui Ardi, sebagai kepala rumah tangga ia tidak akan membatasi istrinya dalam berkarier. "Saya nggak mau ngebatesin orang punya kelebihan. Saya melihat Nia memiliki kelebihan dalam entertainment, dia senang dengan hal ini. Dia suka kerja di belakang layar, dan hasilnya memuaskan," imbuh Ardi. (Fiyan).

Nia Ramadhani Buat Suami Betah Di Rumah

Ada yang berubah dari Ardi Bakrie setelah ia menikahi Nia Ramadhani. Sesibuk apapun pekerjaan yang sedang dilakoninya, Ardi selalu ingat istrinya di rumah.

CekRicek Editor, CekRicek - Senin, 09 Agustus 2010 11.00 WIB

Ardi Bakrie-Nia Ramadhani|Foto: Yayat Ruhayat CnR 
JAKARTA -CnR/OMG- Ada yang berubah dari Ardi Bakrie setelah ia menikahi Nia Ramadhani . Sesibuk apapun pekerjaan yang sedang dilakoninya, Ardi selalu ingat istrinya di rumah.
"Kalau dulu hanya ngurus pekerjaan saja, tapi sekarang sudah ada yang harus dipikirkan, kalau lagi kerja maunya cepat-cepat pulang karena ada istri," ucap Ardi ketika ditemui di Le Meridien, Jakarta, baru-baru ini.
Berbeda dengan saat melajang, kini segala sesuatu yang dibutuhkan sudah dipersiap Nia sebelum Ardi berangkat ke kantor. "Sekarang setiap pagi ada menyiapkan sesuatunya, ya, beda sama yang dulu. Sekarang kalau kerja maunya cepat-cepat pulang terus," papar Ardi yang tidak menunda untuk mempunyai momongan.
Bagi Ardi, Nia bukan sekadar istri yang menjadi ibu rumah tangga. Perempuan yang dinikahinya dua bulan lalu juga penyemangat hidupnya. "Dia menjadi penyemangat saya setiap pagi kalau mau berangkat kerja," imbuhnya. (Fiyan).

Ganti Nama, KK Nia Ramadhani Diperiksa

Karena memutuskan untuk berganti nama, akhirnya Nia Ramadhani pun harus menjalani beberapa kali persidangan. Seperti yang dijalaninya hari ini di PN Jakpus, Kamis (28/10). Dalam persidangan kali ini, agendanya adalah pemeriksaan bukti dan saksi.

Editor KapanLagi.com, Selebriti - Kamis, 28 Oktober 2010 18.45 WIB

Ibu Nia Ramadhani di PN Jakpus Foto: Hendra
Karena memutuskan untuk berganti nama, akhirnya Nia Ramadhani pun harus menjalani beberapa kali persidangan. Seperti yang dijalaninya hari ini di PN Jakpus, Kamis (28/10). Dalam persidangan kali ini, agendanya adalah pemeriksaan bukti dan saksi.
"Itu pemeriksaan bukti-bukti dan saksi-saksi. Buktinya paling kan kita periksa KK, surat kelahiran, surat nikah, dan lain-lain. Cepet kok prosesnya, paling 2-3 kali sidang. Paling besok ya sudah selesai. Itu memang harus lewat sidang, kan memang ada ketentuan dan UU Kependudukannya seperti itu. Tidak ada yang istimewa, itu sering terjadi. Dalam setahun bisa 10-15 kali lah," terang Sugeng Priyono, Humas PN Jakpus.
Disinggung soal biaya, Sugeng mengaku biaya perubahan nama tidak terlalu mahal. Prosesnya pun tidak terlalu berbelit-belit.
"Murah kok, nggak sampai Rp1 juta, paling Rp500 lebih lah untuk ongkos panggilan, terus materai, segala macem. Paling panjer dulu Rp500 ribu. Terus nanti ada ongkos-ongkos panggilan dan lain-lain ya paling Rp1 jutaan lah. Nanti pas sidang terakhir kan ada itu disebutin ongkosnya berapa," tambahnya. (kpl/hen/npy)

Ardie: Tambahan Nama Nia Sebuah Kehormatan

Ardie Bakrie menilai penambahan namanya di belakang nama istrinya, Nia Ramadhani merupakan sesuatu yang biasa dan sebuah kehormatan bagi dirinya. Anak pengusaha Abu Rizal Bakrie itu pun beranggapan pemberitaan yang cenderung dibesar-besarkan oleh media.

Editor KapanLagi.com, Selebriti - Kamis, 28 Oktober 2010 15.01 WIB

Ardie Bakrie - Nia Ramadhani 
Ardie Bakrie menilai penambahan namanya di belakang nama istrinya, Nia Ramadhani merupakan sesuatu yang biasa dan sebuah kehormatan bagi dirinya. Anak pengusaha Abu Rizal Bakrie itu pun beranggapan pemberitaan yang cenderung dibesar-besarkan oleh media.
"Ini satu yang sering dibesar-besarkan, ini merupakan suatu kehormatan buat saya, bahwa nama Nia akan menambahkan nama belakangnya dengan nama belakang saya. Itu adalah suatu yang menurut saya sebuah kehormatan," ungkap Ardie Bakrie yang didampingi istrinya, di Ritz Charlton, Pasific Place, Jakarta, Rabu (27/10) malam
Nia Ramadhani yang memiliki nama lengkap Priyanti Nur Ramadhani berganti nama menjadi Ramadhania Ardie Bakrie. Sidang penetapan nama digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (28/10).
Di mata Ardi pemberitaan selama ini cenderung menghasilkan citra buruk terhadap istrinya, yang sebenarnya justru melakukan perbuatan yang positif. Padahal sebenarnya yang dilakukan Nia merupakan sebuah kehormatan bagi seorang suami.
"Ada beberapa media banyak yang membesar-besarkan sehingga menjelek-jelekan sesuatu yang berharga buat saya, suatu kehormatan yang dilakukan istri saya. Saya harap teman media meluruskan apa yang dimaksudkan niat baik istri saya," terang Ardie.
Nia sendiri mengungkapkan, bahwa pergantian nama itu direncanakan dari sebelum menikah, dan memang baru boleh dilaksanakan setelah menikah.
"Sudah ada omongan itu sebelum menikah cuma dilaksanakannya setelah menikah," tegas Nia Ramadhani. (kpl/adt/dar)

Pihak Nia Ramadhani Bungkam Usai Sidang Ganti Nama

Sidang penetapan pergantian nama artis Priyanti Nur Ramadhani atau yang lebih dikenal dengan nama Nia Ramadhani menjadi Ramadhania Ardie Bakrie, berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (28/10).


Editor KapanLagi.com, Selebriti - Kamis, 28 Oktober 2010 13.18 WIB
Nia Ramadhani - Ardie Bakrie 
 
Sidang penetapan pergantian nama artis Priyanti Nur Ramadhani atau yang lebih dikenal dengan nama Nia Ramadhani menjadi Ramadhania Ardie Bakrie, berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (28/10).
Sidang yang memakan waktu sekitar 30 menit, berlangsung tertutup di ruang sidang 306, sementara Nia sendiri tidak hadir dalam persidangan tersebut dan hanya ibunnya, Chanty Mercia.
Usai sidang tidak sepatah katapun keluar dari mulut Chanty. Dengan dikawal dua orang berbadan tegap berseragam safari, berlalu begitu saja meski sudah ditunggu wartawan sejak pagi.
Sama dengan Chanty Mercia, pihak pengadilan pun tidak mau memberikan keterangan mengenai sidang pergantian nama Nia Ramadhani .
Menurut keamanan di PN Jakarta Pusat, pihak Nia Ramadhani datang ke PN Jakarta Pusat untuk kedua kalinya.
"Ini kedua kalinya, yang pertama minggu lalu. Hari ini saya nggak tahu agendanya apa," kata keamanan yang tidak ingin disebutkan namanya. (kpl/hen/dar)

Takut Suami Kabur, Nia Ramadhani Tinggalkan Syuting

Sejak resmi diperistri Ardi Bakrie, Nia Ramadhani jarang tampil di layar kaca. Menurut pemeran sinetron "Bawang Merah dan Bawang Putih" itu, ia memang ingin meninggalkan dunia entertainment yang sudah membesarkan namanya.


CekRicek Editor, CekRicek - Senin, 09 Agustus 2010 14.00 WIB
Nia Ramadani-Ardi|Foto: Yayat Ruhayat CnR 
 
JAKARTA -CnR/OMG- Sejak resmi diperistri Ardi Bakrie, Nia Ramadhani jarang tampil di layar kaca. Menurut pemeran sinetron "Bawang Merah dan Bawang Putih" itu, ia memang ingin meninggalkan dunia entertainment yang sudah membesarkan namanya.
"Kalau kangen, ya, kangen juga sama syuting. Tapi, kalau membayangkan jam kerjanya berangkat pagi pulang pagi, suami bisa kabur," ucapnya ketika ditemui di Le Meridien, Jakarta, belum lama ini.
Di usianya yang masih relatif muda, Nia akan berusaha menjadi ibu rumah tangga dan istri yang baik untuk suami tercinta. Tak jarang ia minta masukan dari Ardi mengenai kekurangannya. "Aku terus tanya kekurangan aku, apa yang suami inginkan meskipun dia bosan, karena aku ingin kasih yang dia mau. Aku mencoba menjadi istri yang baik aja dulu," imbuh Nia yang mulai belajar berbisnis dengan suaminya.
Ditemui terpisah, Ardi mengatakan selama menjalani rumah tangga, Nia merupakan istri yang luar biasa. "Dia sudah memberikan yang terbaik buat aku," katanya. (Fiyan).

Nia Ramadhani - Ardie Bakrie Tak Tunda Momongan

Ditemui di resepsi pernikahan Ananda Mikola dan Marcella Zalianty tampak pasangan Nia Ramadhani dan Ardie Bakrie hadir. Nia tampak kelihatan gemuk waktu itu, ketika ditanya oleh wartawan yang meliput apakah dirinya gemuk karena tengah hamil, Nia mengadu ke suaminya.

 

Editor KapanLagi.com, Selebriti - Rabu, 08 Desember 2010 15.45 WIB
Nia Ramadhani dan Ardie Bakrie Foto: Acat 
 
Ditemui di resepsi pernikahan Ananda Mikola dan Marcella Zalianty tampak pasangan Nia Ramadhani dan Ardie Bakrie hadir. Nia tampak kelihatan gemuk waktu itu, ketika ditanya oleh wartawan yang meliput apakah dirinya gemuk karena tengah hamil, Nia mengadu ke suaminya.
"Papah aku dibilang gendutan," ujarnya sambil tersenyum yang diimbuhi Ardie untuk mendoakan agar bisa dikaruniai momongan.
Adi mengungkapkan bahwa dirinya tidak menunda dalam memperoleh momongan. "Nggaklah, kita menunggu aja," paparnya yang mengharapkan bisa dikaruniai 12 anak.
"Kan 12 enak, bisa main bola," imbuh Adi.
Nia juga mengatakan hal yang sama bahwa dia tak ada keinginan untuk menunda dalam memperoleh momongan. Ia bersyukur seandainya di anugerahi sekarang oleh Tuhan.
"Kalau di anugerahin sama yang di atas ya kita kan bersyukur aja," tukasnya. (kpl/gum/faj)

Ardhie Bakrie Ingin Punya 12 Anak

Pasangan Nia Ramadhani dan Ardhie Bakrie ternyata memiliki keinginan jika kelak keduanya dikarunai buah hati. Mereka ingin punya 12 anak.


CekRicek Editor, CekRicek - Rabu, 08 Desember 2010 13.12 WIB
Ardie Bakrie-Nia Ramadhani-Aburizal|Foto: Prih Prawesti Febriani C&R 
 
JAKARTA-C&R/OMG-Pasangan Nia Ramadhani dan Ardhie Bakrie ternyata memiliki keinginan jika kelak keduanya dikarunai buah hati. Mereka ingin punya 12 anak.
Dituturkan Ardhie Bakrie, alasan mengapa ia ingin memiliki 12 anak lantaran dirinya menyukai sepak bola.
"Kan enak, bisa main bola nanti kalau anaknya 12. Banggalah kalau bisa main bola anak sendiri,"ucap Ardhie usai menghadiri acara resepsi pernikahan Ananda Mikola dengan Marcella Zalianty , di area parkir Sirkuit Sentul, Jawa Barat, Selasa (7/12/2010) malam.
Saat menghadiri resepsi pernikahan malam itu, Nia Ramadhani terlihat lebih gemuk dari sebelumnya. Lalu apakah Nia tengah berbadan dua?.
"Papa aku dibilang gendutan,"ucap Nia kepada Aburizal,"Pokoknya, doakan terus agar kita cepat miliki momongan, yah, teman-teman," tandas Ardhie.
Pasangan ini juga mengaku tak menunda akan hadirnya suara tangisan bayi di tengah-tengah keluarga kecil mereka.
Bagi Ardhie, semakin cepat memiliki seorang anak akan lebih baik. Pasalnya, ia menganggap jika memiliki seoarang anak menandakan dirinya sudah menjadi pria sempurna.
"Kalau dianugrahin sama yang Di Atas, ya, kita kan bersyukur saja. Maunya biar cepat-cepat supaya aku juga bisa menjadi pria yang sempurna,"kata Ardhie seraya melangkah ke dalam mobilnya. (PRIH PRAWESTI FEBRIANI)



Naysilla Mirdad

 Profil

Nama: Naysilla Mirdad  
Nick Name: Nay
Tanggal lahir: 28 Mei 1988  
Status: Single
Zodiak: Gemini  
Lahir di: Jakarta
Debut: Sinetron Liontin  
Ada kaitan dengan: Dude Herlino, Nana Mirdad, Jamal Mirdad, Lydia Kandou
 
Naysilla Nafulany Mirdad atau akrab disapa Nay, merupakan aktris sinteron sangat laris. Saking seringnya ia bermain dalam berbagai sinetron stripping dan laris, Nay dijuluki "aktris kejar tayang". Suara dan pembawaannya lembut membuat Nay selalu mendapat peran protagonis. Karir Nay dalam dunia hiburan cukup stabil dari awal kemunculannya pada 2005 hingga 2010. Bakat akting yang dimiliki Nay tidak lepas dari ayah dan ibunya, pemain film terkenal era 80an, Lydia Kandau dan Jamal Mirdad. Nay merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Ia lahir di Jakarta pada 23 Mei 1988. Awal mula Nay masuk di dunia dunia hiburan mengikuti jejak sang kakak, Nana Mirdad. Pada 2005, Nay ikut bermain dalam sinetron Liontin bersama sang kakak. Saat itu, Nay, menemani Nana ikut casting, dan ia juga ditawari untuk ikut casting.
Setelah proses casting, Nay dinyatakan lolos, dan mendapatkan peran dalam sinetron Liontin. Dalam  sinetron pertamanya itu, Nay mengaku tidak mengalami kesulitan. Hal itu karena ia memerankan Indy yang merupakan adik Manda (diperankan Nana Mirdad).  Keseharian Nay dan Nana sebagai kakak adik yang cukup dekat membuat Nay tidak perlu banyak menyesuaikan diri dalam berakting.
Nay sempat mengalami krisis percaya diri pada awal-awal berakting.  Ia juga sempat ingin mengundurkan diri karena sering membuat kesalahan saat pengambilan gambar. Dalam soal ini, peran Lydia sangat besar. Dia terus memberikan semangat pada Nay.
Nay memang sangat mengagumi Lydia sebagai seorang aktris. Ia sering menonton film-film yang dibintangi ibunya, untuk belajar akting. Salah satu film Lydia Kandau, yang sering ditontonnya adalah Kejarlah Daku Kau Ku Tangkap. Ia merasa harus belajar banyak dari sang mama, karena menurutnya kemampuan aktingnya saat ini belum ada apa-apa. 
Setelah sinetron Liontin berakhir masa tayangnya, Nay mendapatkan tawaran bermain dalam sinetron stripping berjudul Intan sebagai pemeran utama. Tawaran ini tidak disia-siakan Nay. Dalam sinetron tersebut Nay banyak belajar akting langsung dengan para senior, karena ia beradu peran dengan Nani Wijaya dan Meriam Belina.
Sinetron Intan cukup laris dan memiliki rating tinggi. Bahkan lebih tinggi daripada Liontin. Sinetron Intan memiliki pemirsa setia yang selalu menunggu dan mengikuti alur ceritanya. Sinetron tersebut bercerita tentang seorang anak bernama Intan yang diperankan Nay.  Sejak bayi, Intan sudah kehilangan kedua orang tuanya. Ayahnya meninggal dunia ketika ia bayi, sedangkan ibunya menikah lagi dan meninggalkan Intan dengan neneknya yang diperankan oleh Nani Wijaya.
Dalam sinetron itulah, untuk pertama kalinya Nay berpasangan dengan Dude Herlino. Kekompakan dan keserasian mereka sebagai aktor dan aktris seringkali  memunculkan isu "cinta lokasi", yang sampai saat ini tidak terbukti. Mereka bahkan memiliki penggemar fanatik sendiri,  disebut Dunay Lovers, yang merupakan pengemar berat Dude dan Nay.
Setelah bermain dalam sinetron Intan, Dude dan Nay semakin sering dipasangkan sebagai kekasih dalam satu sinetron. Seperti dalam sinetron Cahaya , Cincin serta Doa dan Karunia. Kedua pemain sinetron ini, memang cukup dekat. Mereka pernah dikabarkan menjalin hubungan asmara. Bahkan, Nay dikabarkan menjadi seorang muallaf untuk bisa menikah dengan Dude.
Kabar itu muncul, karena Nay yang Katolik terlihat menjalani ibadah sholat Idul Adha. Nay mengaku, ia memang setiap tahun menemani ayahnya yang seorang muslim menjalani sholat Idul Fitri, maupun Idul Adha.
Nay mengaku, kedua orangtua membolehkannya mempelajarari dua agama berbeda. Nay diberi kebebasan memilih keyakinannya sendiri, dan tidak ada paksaaan baik dari ibu maupun ayahnya.
Masa Depan

Kemampuan akting Nay membuatnya cukup diperhitungkan dalam dunia sinetron. Honor Nay satu episode dikabarkan mencapai Rp 25 hingga 30 juta. Dia disebut-sebut sebagai salah satu aktris sinetron termahal.
Meskipun usianya masih sangat muda, Nay sudah memikirkan masa depannya secara detail. Kesibukannya bermain sinetron membuatnya menunda perkuliahan. Selepas SMA, Nay berkonsentrasi untuk bermain sinetron. Ia ingin berkuliah sambil bekerja, tetapi belum memutuskan jurusan apa yang akan diambilnya. Saat ini, Nay sedang mengumpulkan uang untuk ditabung sebagai modal usaha. Saat ini, Nay menjalankan bisnis resort bersama kakak dan orangtuanya.
ASMARA
Nay cukup tertutup soal kisah percintaannya. Kabar paling sering muncul di media adalah hubungannya dengan Dude Herlino. Mereka sempat diisukan sudah melangsungkan pernikahan. Keduanya membantah. Adegan pernikahan itu terjadi hanya untuk keperluan pengambilan gambar.  Pada acara pertunangan Aldi dan Ririn Januari 2010 lalu, Nay tampak menggandeng pria yang bukan berasal dari kalangan artis. Pria tersebut diketahui bernama Jenda, dan Nay mengaku sudah berhubungan dengannya sejak 2008 lalu.
Awal kedekatan Nay dan Jenda adalah karena "perjodohan" yang dilakukan teman-teman Nay.  Saat pertama kali mereka dikenalkan, Jenda masih memiliki pasangan. Begitu juga Nay, yang saat itu masih berhubungan dengan Oscar Stefanus Setjo, seorang pria yang sedang menjalani pendidikan di   Akademi Kepolisian Semarang, Jawa Tengah.

Nadine Chandrawinata

 Profil

Nama: Nadine Chandrawinata  
Nick Name: Nadine
Tanggal lahir: 8 Mei 1984  
Status: Single
Zodiak: Taurus  
Lahir di: Hannover
Awards and Recognitions: Puteri Indonesia 2005
 
Masih ingat dengan kontroversi kata-kata "Indonesia is a beautiful city" yang diucapkan oleh Nadine Chandrawinata saat mengikuti sesi penjurian Miss Universe pada tahun 2006 lalu? Itulah sepotong gambaran tentang sosok Nadine yang meruyak hingga kini. Ibarat sebuah jargon iklan, trade mark Nadine adalah peristiwa penuh kontroversi yang terjadi di atas panggung sesi penjurian Miss Universe 2006 yang berlangsung di Shrine Auditorium-Los Angeles, Amerika Serikat itu.
Peristiwa itu sendiri sebenarnya bisa diantisipasi oleh Nadine karena sebelumnya dia telah mengikuti berbagai pelatihan menjelang keberangkatan yang diberikan oleh panitia Miss Universe 2006.
Sayangnya karena Nadine sering terbata-bata dan melenceng dari konteks pertanyaan, Nadine akhirnya menggunakan jasa penerjemah hingga akhirnya peristiwa di atas panggung penjurian memojokkan Nadine di ajang ratu kecantikan sedunia itu.
Keikutsertaan Nadine Chandrawinata di ajang kecantikan ratu sejagat itu tidak terlepas dari kemenangannya di ajang bergengsi Puteri Indonesia pada tahun 2005, Nadine sendiri mewakili propinsi DKI Jakarta sehingga dia berhak maju mewakili Indonesia di ajang Miss Universe 2006. Di tingkat nasional seperti kontes Puteri Indonesia, Nadine sukses menjadi  juara kedua untuk Budaya Nasional Terbaik dan Putri Persahabatan.
Sejak peristiwa yang cenderung memalukan serta menimbulkan stigma publik itu karir Nadine Chandrawinta memang tidak lalu berhenti. Sisi kelam kehidupan Nadine akhirnya berubah menjadi terang setelah dia ikut bermain dalam sebuah produksi film bertajuk "Realita, Cinta, dan Rock n'Roll" pada medio pertengahan tahun 2006. Dalam film pertamanya itu Nadine bermain apik walau masih kaku bersama dengan dua bintang muda berbakat Herjunot Ali dan Vino Bastian.
Film arahan Upi Avianto itu memang tidak terlalu meledak, namun menjadi titik balik karir Nadine Chandrawinata pasca peristiwa yang mencoreng namanya di ajang Miss Universe 2006.
Lahir di Hannover-Jerman 26 tahun lalu,  Nadine dibesarkan di Indonesia dengan ayah asli Indonesia, sementara sang ibu merupakan orang Jerman. Dia memiliki dua adik laki-laki yaitu Marcel dan Mischa, keduanya merupakan anak kembar dan bekerja juga sebagai sebagai model iklan dan aktor film di beberapa produksi film Indonesia.
Sebuah peristiwa kelam terjadi pada 19 Juli 2006 saat Nadine dilaporkan oleh Mujahidah (anggota FPI) ke Polda Metro Jaya atas keikut-sertaannya di ajang Miss Universe 2006. Ia dituduh melanggar pasal 281 KUHP tentang kesusilaan. Selain itu, orang-orang yang terlibat dalam acara itu juga turut dilaporkan. Pemberangkatan Nadine ke ajang Miss Universe dinilai telah melanggar surat keputusan Mendikbud RI nomor 02/U/1984 tentang pengadaan kontes pemilihan ratu dan sejenisnya.
Selain hal itu, pengiriman Nadine dianggap telah melanggar pasal 281 tentang pelanggaran kesusilaan dan 169 KUHP tentang perkumpulan untuk maksud jahat. Orang-orang yang dilaporkan itu adalah Mooryati Soedibyo, Wardiman Djojonegoro, Mega Angkasa, Kusuma Dewi, dan Putri Indonesia 2004 Artika Sari Devi. Kasus ini menguap begitu saja seiring dengan karir Nadine yang makin mencorong.
Pada medio tahun 2009, sebuah tawaran untuk bermain dalam film musikal berjudul "Generasi Biru" yang melibatkan grup band Slank diambil Nadine Chandrawinta. Film itu disutradarai oleh sutradara kenamaan Garin Nugroho. Walaupun tidak sukses, film ini memperlihatkan akting menawan Nadine. Film yang berdialog jarang ini menjadi sebuah pembuktian bagi Nadine untuk terus eksis di dunia hiburan.
Sebelumnya Nadine sempat ikut bermain dalam "Mati Suri", sebuah proyek horror produksi Maxima yang diarahkan oleh sutradara video klip Rizal Mantovani. Film ini gagal total saat edar di pasar. Sampai kini Nadine belum menerima tawaran bermain film.
Kegiatan terbaru Nadine Chandrawinta rupanya kini berfokus seputar pembelajaran bahasa Inggris. Setelah sempat kepleset lidah di ajang Miss Universe 2006, Nadine kini getol mempelajari bahasa universal itu. Dia mengaku memang kemampuannya dalam berbahasa Inggris sangat minim.
Agar menghayati bahasa Inggris secara benar dan cepat, Nadine mengaku belajar dari native speaker yang kemampuannya tidak diragukan lagi.  Sebagai pembuktian akan pembelajaran bahasa Inggrisnya pada medio akhir tahun 2009 dia sempat merilis sebuah buku bertajuk "Nadine Labour of Love" yang bercerita tentang indahnya alam bawah laut Bali dan Bunaken. Buku ini menurit rencana akan dipromosikan ke 23 negara.
Sosok Nadine yang memang terpilih sebagai Duta Karang Indonesia membuatnya semakin cinta dengan kekayaan laut Indonesia yang memang penuh dengan terumbu karang indah. Konon sejak kecil Nadine sudah diajari oleh sang ayah untuk menanamkan kesadaran bahwa di dunia ini ada makhluk lain selain manusia. Untuk itu penting sekali baginya bahwa kekayaan laut itu harus terus dilestarikan.
Demi menghayati kekayaan laut Indonesia, Nadine Chandrawinta juga tahu banyak kondisi terumbu karang yang ada di seputar perairan Indonesia. Dia tahu betul banyak kondisi terumbu karang di Indonesia yang rusak akibat bom ikan. Saat menyelam di perairan sekitar Pulau Samalona, Sulawesi Selatan (Sulsel) Nadine mengaku cukup kaget melihat banyaknya terumbu karang yang rusak akibat bom ikan.
Terlepas dari pengalamannya menyelam yang kurang menyenangkan ia tetap mengakui banyak keunikan yang ia dapati di dalam laut. Di perairan Kepulauan Samalona, ia bahkan telah tiga kali menyelam. Ia juga berjanji akan menyelam lagi di perairan Takabonerate di kesempatan lain. Selain karena terumbu karang, yang mendorong Nadine rajin menyelam di Sulawesi adalah pemandangan matahari terbenamnya. Menurutnya gradasi warna jingga dan merah terumbu karang sangat indah.

Senin, 10 Januari 2011

Melly Goeslaw


Profil

Nama: Melly Goeslaw  
Nick Name: Melly
Tanggal lahir: 7 Jan 1974 
Status: Menikah
Zodiak: Capricorn  
Lahir di: Jakarta
Debut: Album Melly (1999)
 
Di Indonesia bisa dihitung dengan jari seorang komposer wanita yang mampu mengorbitkan penyanyi pemula dengan beberapa karya yang akhirnya jadi hits. Salah satu komposer wanita yang terbilang sukses adalah Melly Goeslaw. Dari tangannya kita sudah pernah mendengar hits "Menghitung Hari" yang popular dinyanyikan oleh Krisdayanti (KD) atau "Jika" yang nge-hits saat dibawakan oleh duet Melly Goeslaw dan Ari Lasso pada dekade awal tahun 2000-an. Pamor penyanyi Rossa juga makin meningkat saat Melly menciptakan lagu "Hati Yang Terpilih" untuk dirinya. Lagu itu semakin melambungkan nama Rossa dalam kancah musik tanah air yang terkenal keras dengan pendatang baru. Saat lagu "Menghitung Hari" sukses meledak dan akhirnya mendongkrak karir KD, Mayang Sari yang karirnya sedang tenggelam ketika itu mengaku menyesal tidak mengambil lagu ciptaan Melly tersebut untuk dinyanyikannya walaupun sebelumnya Melly telah menawarinya untuk menyanyikan lagu hit itu.
Putri tunggal dari pasangan Ersi Sukaesih dan almarhum pemusik jazz Melky Goeslaw ini memiliki nama asli Mellyana. Di era sekarang ini dia kerap disebut dengan julukan "Ratu Soundtrack" mengingat prestasinya yang gemilang dalam sejumlah soundtrack musik. Sebut saja dia bersama sang suami yang personil grup musik Potret Anto Hoed pernah menggarap soundtrack "Ada Apa Dengan Cinta?" yang filmnya luar biasa meledak saat rilis pada 2002.
Sukses ini diikuti oleh meledaknya soundtrack film remaja "Eiffel Im In Love" pada tahun 2003. Walaupun film "Apa Artinya Cinta?" tidak meledak saat rilis pada 2005, namun soundtracknya yang ditangani oleh Melly Goeslaw  dan Anto Hoed mencetak hits "Apa Artinya Cinta?" yang dinyanyikan Melly Goeslaw duet dengan Ari Lasso.
Salah satu soundtrack yang sempat ditangani oleh Melly Goeslaw adalah soundtrack dari film remaja garapan Nayato Fio Nuala berjudul "The Butterfly" yang walau gagal mencapai target penonton namun soundtracknya dinilai berhasil dan melambungkan nama aktor muda Andhika Pratama sebagai teman duet Melly dalam lagu "Butterfly".
Melly Goeslaw sendiri mengawali karir bermusik secara professional sejak tahun 1988 saat dia membuat album solo debutnya yang bertitel "Pilihanku Deritaku" yang berisi 10 lagu dengan single hit "Pilihanku Deritaku" karya Maxie Mamiri yang dibawakan Melly secara kolaboratif dengan Robby N.S. Sayangnya album ini flop di pasaran. Dalam album perdananya itu Melly menggunakan nama panggung Melliana Cessy.
Lama menghilang pasca kegagalan album debutnya,  Melly datang lagi ke pentas musik tanah air bersama dengan grup band Potret yang dibentuknya bersama dengan Anto Hoed (yang akhirnya menjadi suami Melly) dan Ari Ayunir yang memegang posisi drummer. Grup pengusung aliran pop kreatif ini dibentuk pada tahun 1995 dan meluncurkan debut album pada tahun itu juga dengan judul "Potret" yang mencetak hits "Laguku Bahasaku" dan "Terbujuk".
Pada 1995 selepas album pertama Potret, Melly Goeslaw dan Anto Hoed akhirnya memutuskan menikah. Ketika itu isu yang bertiup adalah Melly menjadi seorang muallaf memeluk agama Islam sesuai keyakinan sang suami. Melly menampik isu tersebut. Pada Agustus 2000 putra pertama mereka lahir, anak itu diberi nama yang unik, Anakku Lelaki Hoed, yang akrab dipanggil Ale. Disusul pada tahun 2003 anak kedua mereka Pria Bernama Hoed atau dipanggil Abe lahir.
Kesuksesannya bersama dengan grup Potret membawanya kembali berkarir secara solo, pada tahun 1999 Melly mengeluarkan album solo bertajuk selftitled dimana terdapat lagu hits "Jika" yang dinyanyikannya bersama dengan Ari Lasso yang sedang terpuruk pasca dikeluarkan dari band DEWA 19. Setelah itu Melly mengeluarkan album solo keduanya "Intuisi" pada 2005 dan album kompilasi "Mind Soul" pada 2007 yang berisi sejumlah hitsnya.
Melly Goeslaw juga tercatat merupakan otak dibalik kemunculan sejumlah pesinetron muda dalam membentuk kelompok musik "Bukan Bintang Biasa" atau "BBB" yang terdiri dari Raffi Ahmad, Dimas Beck, Laudya Bella, Ayushita, serta Chelsea Olivia. Kelima personil BBB diaudisi Melly Goeslaw demi kepentingan pembuatan film musical "BBB" produksi Maxima pada tahun 2007, dalam album soundtrack-nya grup ini membawakan lagu ciptaan Melly yang bertajuk "Let's Dance Together".
Sepasang suami isteri Melly dan Anto Hoed juga terbilang kompak dan sepi gossip. Keduanya sering terlibat kerjasama yang menguntungkan dan rata-rata mencetak hits. Tahun 2009 mereka sempat menggarap proyek soundtrack untuk film reliji produksi SinemArt yaitu "Ketika Cinta Bertasbih". Walaupun film ini sudah digemborkan akan mencetak hits, nyatanya justru musik soundtrack garapan Melly Goeslaw yang mendapat apresiasi.
Impiannya untuk menggelar sebuah konser tunggal seperti para sahabatnya Krisdayanti, Rossa dan Ruth Sahanaya tercapai setelah KD Production yang ketika itu masih dipegang oleh suami isteri KD-Anang mewujudkan mimpinya pada medio Agustus tahun 2009. Konser bertajuk "GLOW" yang digelar secara apik di Tennis Indoor Jakarta itu walaupun tidak sold out namun menampilkan aksi panggung melly Goeslaw yang total dengan setting yang fantastis.
Melly sendiri aktif dalam kegiatan social, seperti bergabung dengan GASS (Gabungan Artis dan Seniman Sunda). Sebuah wadah untuk para seniman Sunda yang merasa diabaikan haknya oleh pemerintah. Di sini Melly ditunjuk sebagai ketua organisasi.
Pada medio akhir 2009. Melly Goeslaw kembali meluncurkan album solo terbarunya yang diberi tajuk "GLOW", album ini terbilang sebuah album mini dengan hanya berisi lima buah lagu. Materi yang sedikit rupanya dikerjakan Melly bersama dengan Anto Hoed sebagai latar musik dan soundtrack sekuel "Ketika Cinta Bertasbih 2" yang edar medio Agustus 2009. Album ini menjagokan lagu "Haramkah" sebagai single hit.

Maylaffayza


Profil

Nama: Maylaffayza  
Nick Name: Maylaf, Fayza, Fay
Tanggal lahir: 10 Jul 1976  
Status: Menikah
Zodiak: Cancer  
Lahir di: Jakarta
Debut: Album Maylaffayza  
Musisi wanita sudah tak terhitung lagi jumlahnya di Indonesia. Tapi jika kita bicara tentang pemain biola, hampir semua orang akan memikirkan satu nama: Maylaffayza. Perempuan kelahiran Jakarta, 10 Juli 1976 ini menobatkan dirinya sebagai Indonesia's prime pop-classical crossover artist. Memang tak berlebihan juga, karena hingga saat ini masih belum ada violinist wanita yang bisa menyaingi popularitas Maylaf (atau Fayza, atau Fay, begitu ia biasa dipanggil), yang telah sukses menggabungkan biola pop, klasik, dan genre musik lain terutama black music, ke dalam lagu-lagu ciptaannya.
Nama Maylaffayza yang unik dan "komersil" sering disangka sebagai nama panggung belaka, alias nama beken. Tak banyak yang tahu bahwa wanita yang juga seorang blogger ini memang sejak lahir sudah dikaruniai nama ini oleh kedua orang tuanya.
Maylaffayza Permata Fitri Wiguna, nama lengkapnya. Maylaf diambil dari kata berbahasa Inggris, "My Love". Sejak usia sembilan tahun, Maylaf sudah jatuh cinta pada musik. Dia mulai mengikuti kursus olah vokal di bawah bimbingan para pelatih vokal ternama, sebut saja Elfa Secioria, Bertha, Catharina Leimena, hingga Ivonne Atmojo. Maylaf kemudian belajar memainkan biola. Tak tanggung-tanggung, dia berguru pada master biola Indonesia, Idris Sardi. Maylaf juga sempat berguru pada Sharon Eng, seorang pengajar biola bergelar doktor.
Tahun 2008, wanita yang mengaku kutu buku ini akhirnya merilis album perdananya yang diberi judul Maylaffayza. Album ini menyajikan musik pop crossover, yaitu pop yang modern, hip, dan fresh, dan mencampurkan beberapa budaya dan genre musik. Selain memainkan instrumen dan menyanyi, di album ini Maylaf juga bertindak sebagai music director, music producer, music arranger, termasuk membuat sendiri komposisi biola, dibantu oleh sang guru, Idris Sardi.
Pada 14 Desember 2008, Maylaf menikah dengan Yasha Chatab, mantan pembaca berita Metro TV. Akhir tahun lalu, single terbarunya yang berjudul Sukaria dirilis ke pasaran. Semua penggemar Maylaf bisa mendownload single ini di internet secara gratis, sekaligus sebagai pelipur rindu sebelum album keduanya dirilis tahun ini.

Oleh-oleh Pelajaran dari Jepang

Diposting Oleh Maylaffayza, Senin, 03 Januari 2011 14.52 WIB


Maylaffayza
“Tidak ada bau sampah. Ya, karena tidak ada sampah yang tidak terkelola dengan baik”
Saya ingin sedikit bercerita tentang pengalaman saya pada bulan Desember 2010. Saat itu saya berada di Jepang untuk menjadi juri sebuah pop band competition sekaligus menjadi bintang tamu untuk tampil di event tersebut pada tanggal 19 December 2010. Saya berada di Ueono,Tokyo selama 5 hari 4 malam, namun banyak sekali yang saya pelajari dari masyarakat di sana, yang juga membuat saya sangat jatuh cinta dengan negara tersebut.
Yang saya ingin ceritakan di sini adalah apa yang saya pelajari dalam ketertiban masyarakat berlalu lintas. Nyaman sekali berada di negara yang aman, tertib dan teratur. Saya sangat menikmati berjalan kaki dan berkendaraan umum di sana. Hal-hal ini yang membuat saya mencintai Jepang dan mungkin saja kita bisa belajar dari mereka.

1.    Selama saya berada di sana, saya tidak mendengar adanya kendaraan yang saling membunyikan klakson di jalan. Saya sendiri baru sadar setelah beberapa hari berada di sana kalau saya tidak mendengar klakson. Semua berlalu lintas dengan sangat tertib dan disiplin, sehingga kekuatan mental kita tidak habis untuk stres di jalan dan justru batin lebih bisa dipakai untuk konsentrasi bekerja saat sampai ditempat yang dituju ketimbang habis dipakai untuk marah-marah di jalan. Kalau kita disini rasanya mental habis untuk marah-marah di jalan ya?

2.     Para pengendara maupun pejalan kaki disiplin, tidak ada yang egois, saling menghormati dan saling mengalah. Jadinya tidak perlu lagi adanya saling mencaci maki di jalan. Batin rasanya damai saat perjalanan. Saya merasakan ini sepenuhnya.
“Kita bisa selalu belajar dari orang lain dan jika itu membuat perbaikan kualitas kehidupan pada diri kita, mengapa tidak kita ubah kebiasaan-kebiasaan buruk yang memang sudah tidak sesuai”

3.    Tidak ada yang membuang sampah sembarangan. Anehnya, tempat sampah di sana jarang, namun semua orang tidak membuang sampah disembarang tempat. Sayapun kalau belum ketemu tempat sampah, sampah saya bawa hingga saya menemukan tempat membuang sampah. Nikmat sekali rasanya suasana kota yang bersih. Kita juga bisa meniru kebiasaan mereka menjaga kebersihan ini bukan?

4.    Tidak ada bau sampah. Ya, karena tidak ada sampah yang tidak terkelola dengan baik, udara di sana bersih. Saya juga tidak mencium bau kali, bau got. Enak sekali rasanya bisa menghirup udara dalam-dalam. Polusipun tidak segila di Jakarta.

5.    Saya menikmati menyeberang jalan dengan aman, karena penyeberangan jalan di pakai dengan disiplin. Kita menyeberang hanya pada tempat penyeberangan jalan atau jembatan penyeberangan jalan. Menyeberang di jalan harus menunggu lampu penyeberangan jalan berwarna hijau dan semuanya patuh, tidak ada yang melanggar. Kendaraan pun tidak ada yang nyelonong begitu saja. Semuanya patuh. Semua patuh, semua aman.

6.    Menyeberang pada jembatan penyeberangan jalan pun sangat teratur. Tidak ada yang boleh berdiri berlama-lama dijembatan tersebut, agar semua teratur dan sesuai fungsinya. Ada petugas yang mengawasi arus para pemakai jembatan penyeberangan. Saya tahu hal ini karena saya sempat foto diatas jembatan penyeberangan jalan, dan saya diawasi..he..he.

7.    Lucunya, di sana pun teratur sekali saat kita memakai tangga berjalan di dalam berbagai gedung. Semua yang hanya berdiri dan berjalan pelan harus dijalur kiri. Jalur kanan harus dikosongkan bagi orang yang terburu-buru dan perlu berjalan cepat. Saat di Jakarta, saya bawa kebiasaan tersebut agar orang yang ingin berjalan lebih cepat tidak terhalang.

8.    Petugas yang mengawasi tata tertib selalu tersebar dimana-mana, apakah itu untuk mengawasi orang yang merokok dan sebagainya. Namun rata-rata semua orang patuh bukan hanya karena takut ditangkap, tapi mereka memang sudah terbiasa disiplin. Dan rasanya terasa sekali dengan keteraturan tersebut yang menikmati juga akhirnya masyarakat itu sendiri. Mereka semua bersatu untuk tertib. Apa kita punya kesadaran seperti itu?

9.    Berjalan kaki dan menaiki kendaraan umum di sana aman sekali. Saya senang sekali berjalan kaki dan menaiki kendaraan umum disana. Karena peraturan berlaku, kesadaran masyarakat untuk menjaga ketertiban sangat tinggi dan memang tata kota serta sarana dan fasilitas yang baik dan dijaga baik, oleh semua pihak, baik masyarakat dan pemerintah.

10.    Bahkan saat saya berdesak-desakan di kereta bawah tanah, semua yang berdesakan tidak ada yang egois, dalam arti semua mengerti bahwa nasib yang berdesakan semua sama. Tidak ada tindakan egois yang mengesalkan dan merugikan satu sama lain. Jadi berdesakan dalam kendaraan umumpun penuh dengan keteraturan yang tidak egois. Jadi walaupun berdesakan, tidak ada rasa kesal, dan tetap bisa dinikmati.

11.    Masyarakat Jepang saat menunggu apapun di mana saja pasti membaca buku. Ini membuat saya kagum walaupun saya sudah tahu itu sejak lama. Kesadaran dan kecintaan literasi sangat tinggi, hingga sudah menjadi kebiasaan masyarakat . Saya lihat ini di mana-mana, bahkan di kendaraan umum sekalipun mereka membaca. Kalau kita bisa meniru kebiasaan mereka untuk suka dan terbiasa membaca, bukan saja diri kita yang maju, pasti negara kita juga maju.

12.    Tidak ada macet seperti di Jakarta. Karena semua sistem lalu lintas bekerja dengan baik, kerjasama masyarakat dan pemerintah yang baik, akhirnya kemacetan bisa dihindari. Kita kesampingkan dulu ya, mengenai fasilitas pemerintah. Kalau masyarakat ada kesadaran disiplin dan tertib pasti kondisi jalanan setidaknya lebih baik. Namun saya harus akui salah satu penyebabnya, seperti Jakarta memang over populated, nah ini masalah lain lagi yang harus dihadapi negara. Namun sebagai masyarakat, kita punya porsi untuk bisa membuat perbaikan yaitu dengan berlalulintas secara disiplin, menjaga ketertiban dan keamanan bersama.

13.    Tidak ada yang main serobot saat di jalan. Betapa menikmatinya saya dijalan saat berada di sana. Beda sekali kondisi batin jadinya jika dijalan kita teratur dan aman.

14.    Semua bergerak dengan sunyi. Ya benar: sunyi. Karena masyarakatnya sudah mempunyai kebiasaan disiplin, tertib dan teratur, jadi dalam lalu lintas pun tidak ada yang harus ngotot, tidak ada yang harus panjang lebar dijelaskan, tidak ada kemarahan/frustasi  yang timbul dalam berlalu lintas. Semua tertib, teratur dan sunyi, mematuhi dengan tertib. Masyarakat disana nampaknya sudah mengerti bahwa keteraturan dan ketertiban itu akan membuat hidup jadi lebih mudah.

15.    Perjalananpun serba terukur waktu tempuhnya, jadi jika kita harus berada disuatu tempat, waktunya bisa tepat. Pada saat saya naik keretapun ada petunjuk lama waktu tempuh dari satu titik ke titik lain, dan waktu tersebut sangat akurat. Bayangkan, andaikan negara dan masyarakat kita bisa punya sistem seperti itu, betapa banyak kesuksesan hidup yang tidak tertunda. Namun bagaimanapun semua harus dimulai dari manusianya, dari kita sendiri. Kita tidak bisa hanya menuntut perbaikan jika tidak memperbaiki tingkah laku kita dalam menciptakan ketertiban berlalu lintas.

Banyak sekali yang saya pelajari hanya dalam waktu singkat berada di Tokyo, dan saat saya kembali ke Jakarta, saya jadi bisa membawa pelajaran penting yang saya dapat dari masyarakat Jepang. Kita bisa selalu belajar dari orang lain dan jika itu membuat perbaikan kualitas kehidupan pada diri kita, mengapa tidak kita ubah kebiasaan-kebiasaan buruk yang memang sudah tidak sesuai.
Perubahan dimulai dari diri kita, sekarang juga. Berubah yuk!

Terimakasih untuk negara Jepang yang memberi saya banyak sekali pelajaran kehidupan.

Lots of love from Indonesia.

Marsha Timothy


Profil

Nama: Marsha Timothy  
Nick Name: Marsha
Tanggal lahir: 8 Jan 1979  
Status: Single
Zodiak: Capricorn
 
Publik baru mengenal sosok Marsha Timothy saat dia ikut terlibat dalam film layar lebar berjudul "Ekspedisi Madewa" yang rilis pada 2006. Di film garapan sutradara Franklin Darmadi itu Chacha, panggilan akrab Marsha, bermain sebagai sosok Sandhika yang pemberani. Walaupun film ini adalah debut pertama Chacha dalam perfilman Indonesia, perempuan kelahiran 31 tahun silam ini tidak grogi berakting bersama dengan Tora Sudiro yang sudah tenar lebih dulu sebagai seorang aktor.
Setelah "Ekspedisi Madewa" yang hasilnya kurang memuaskan di pasar. Chacha memberanikan diri untuk menerima tawaran bermain dalam sebuah film komedi remaja bertajuk "Coklat Stroberi" yang dirilis pada 2007.
Dalam film besutan Ardi Octaviand ini dia turut bermain bersama dengan sejumlah bintang remaja seperti Mario Merdhitia, Nadia Saphira, dan Nino Fernandez. Perannya sendiri sebagai sosok Citra yang bersahabat dengan Key (Nadia Saphira), keduanya jatuh cinta pada dua cowok misterius yang diperankan oleh Nino Fernandez dan Mario Merdhitia. Kedua cowok ini tiba-tiba ikut tinggal di kontrakan mereka atas comblang sang pemilik kontrakan Ratna (Tike Priatnakusumah).
Karirnya semakin diuji saat dia harus bermain dalam sebuah drama mengharukan bertajuk "Merah Itu Cinta" garapan sutradara Rako Prijanto. Bersama dengan lawan main Gary Iskak dan Yama Carlos, permainan Chacha dianggap banyak pihak mampu menjalankan skenario film hasil karya Nova Riyanti Yusuf yang cenderung gelap dan sedih.
Sebuah produksi film kembali mempertemukan Chacha dengan aktor Tora Sudiro. Kali ini sebuah proyek film komedi romantis bertajuk "Otomatis Romantis". Film arahan sutradara Guntur Soeharjanto ini  berkisah tentang seorang wanita muda yang cantik dan sukses sebagai seorang jurnalis di sebuah majalah wanita yang selalu merasa dirinya tidak mampu menemukan pasangan ideal.
Hal ini sangat ironis mengingat dia terkenal sebagai pakar yang mengerti urusan percintaan dan selalu memberikan tips jitu dalam mencari pasangan ideal di majalah tempat ia bekerja.
Baginya bertemu lagi dengan sosok Tora Sudiro dalam produksi film ini cukup menyenangkan. Menurut Chacha, sosok Tora sebagai seorang komedian handal memang tidak perlu diragukan lagi. Bagi Chacha berakting sebagai pasangan Tora yang kebagian peran sebagai Bambang dalam film tersebut merupakan sebuah pengalaman yang menarik dan berkesan. Chemistry sudah mereka bangun sejak pertemuan pertama di drama "Ekspedisi Madewa".
Lepas dari "Otomatis Romantis" yang bergenre komedi, drama dengan jalinan kisah bertema cinta kembali menghampiri Chacha, kali ini sebuah produksi Lighthouse Film yang bertajuk "From Bandung With Love" menjadi tantangan baru untuk dara kelahiran 8 Januari ini.
Film arahan Henry Adianto ini berkisah tentang Vega (Marsha Timothy), seorang mahasiswi yang selain bekerja sebagai penyiar radio dengan nama samaran Vey, juga bekerja sebagai copywriter. Sebagai penyiar radio ia memakai nama Vey untuk memandu acara khusus "From Bandung With Love" yang membahas masalah relationship.
Lawan main Chacha dalam film ini adalah aktor muda Richard Kevin yang berperan sebagai sosok Dion, kekasih Vega. Film ini sayangnya lagi-lagi kurang berhasil dipasaran saat diluncurkan.
Impian Chacha untuk bermain dalam film yang disutradarai oleh Rudi Soedjarwo akhirnya tercapai setelah sebuah tawaran mampir padanya medio akhir tahun 2007. Film itu berjudul "In the Name of Love". Lewat film ensemble tentang cinta terlarang ini pula Chacha akhirnya bisa bermain dengan sejumlah aktor/aktris tenar nasional seperti Vino Bastian, Acha Septriasa, Christine Hakim, Tutie Kirana, Roy Marten, Lukman Sardi, Cok Simbara, Luna Maya, Tengku Firmansyah, Nino Fernandez, Dicky Wahyudi, serta Yama Carlos.
Setelah itu Chacha sempat memperkuat salah satu kisah pendek dalam film drama "Cinta Setaman" arahan sutradara Harry Dagoe. Di film ini Chacha mengubah imej-nya dari seorang perempuan seksi menjadi perempuan yang memakai kerudung.
Chaca menemukan kekasihnya, Fachri Albar, aktor muda putra rocker Achmad Albar, saat bermain dalam sebuah film. Film yang mempertemukan mereka berdua adalah sebuah thriller suspens bertitel "Pintu Terlarang" arahan sutradara muda Joko Anwar. Film yang banyak dipuji berbagai sineas itu dan bahkan menang hingga ke tingkat festival film kelas dunia dan menjadi tonggak penting untuk pasangan Fachry dan Chacha. Keduanya terlihat semakin mesra di luar film.
Sebagai aktris baru, Chacha memang suka mencoba ragam peran. Dia pun sempat ikut bermain dalam beberapa produksi sinetron seperti "Jomblo" yang merupakan reboot dari versi film layar lebarnya serta "Kekasih". Chacha juga tercatat laku keras sebagai bintang iklan. Beberapa produk mempercayakan dirinya sebagai brand ambassador. Ia laris juga sebagai model untuk video klip beberapa band besar seperti Project Pop, Gigi, ADA Band, Java Jive, Naff, Kerispatih dan Letto.

Asmara
Dalam soal percintaan, Chacha juga terbilang awet bila berpacaran, dirinya sempat menjalin hubungan dengan aktor Mario Lawalata sebelum akhirnya berakhir pada 2007 lalu.  Hubungannya dengan Fachri Albar hingga kini masih tetap awet dan semakin mesra walaupun keduanya menampik isu pernikahan.

Marcella Zalianty


Profil

Nama: Marcella Zalianty  
Nick Name: Marcella
Tanggal lahir: 7 Mar 1980  
Status: Single
Zodiak: Pisces Debut: Film Bintang Jatuh (2000)
Ada kaitan dengan: Ananda Mikola  
Awards and Recognitions: Pemeran Utama Wanita Terbaik di Film Brownies di Festival Film Indonesia 2005
Medio akhir tahun 2008 sebuah berita mengejutkan datang dari aktris peraih Piala Citra Marcella Zalianty, gadis cantik ini dituduh melakukan penganiayaan pada Agung Setiawan di sebuah hotel di bilangan Wahid Hasyim Jakarta. Selain Marcella, kakak beradik pembalap Ananda Mikola dan Moreno Soeprapto terseret juga dalam kasus ini. Agung Setiawan sendiri adalah desainer interior yang rencananya akan mempercantik kantor milik  Marcella Zalianty.

Kasusnya sendiri merebak saat Agung yang diminta untuk mendesain kantor Marcella diputus secara sepihak kontraknya yang bernilai Rp 50 Juta. Entah apa alasan Agung tidak terpakai lagi oleh Marcella, yang jelas Agung ketika itu diwajibkan untuk mengembalikan kontrak senilai Rp 50 Juta.
Sayangnya Agung yang sudah menerima Rp 50 Juta tidak memiliki uang sebesar Rp 50 Juta. Agung hanya dapat mengembalikan uang Rp 30 Juta dari Rp 50 Juta yang sudah disetor Marcella dan Ananda Mikola untuk mendesain kantor baru mereka di bilangan Cikini-Jakarta.
Kasus yang sempat membuat Marcella Zalianty masuk bui selama enam bulan ini karena tuduhan penganiayaan dan pelecehan seksual pada Agung akhirnya berakhir dengan putusan bebas untuk Marcella Zalianty dan Ananda Mikola pada 23 Juni 2009 oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Sebelum kasus ini merebak, sebenarnya Marcella sedang merintis karir menjadi seorang sutradara. Dia rencananya akan membesut "Lastri", sebuah kisah tentang perjuangan perempuan yang mengambil latar peristiwa kelam pasca 1965. Sayangnya belum apa-apa, proyek ini sudah menuai protes keras. Dikabarkan kalau film ini akan mengundang paham komunisme di wilayah yang bakal menjadi tempat syuting, "Lastri" pun terkatung-katung tanpa kejelasan hingga kini.
Setelah bebas dari penjara, pada medio akhir bulan Desember 2009, Marcella yang memiliki tinggi sepanjang 172 cm ini sempat mengungkapkan pada VIVAnews ketika itu sedang asyik bekerja di belakang layar. Dirinya mengaku masih belum ingin terjun kembali menjadi aktris film atau sinetron. Disinggung soal kelanjutan produksi "Lastri", Marcella juga memilih bungkam.
Marcella sendiri saat diminta pendapatnya baru-baru ini mengaku lebih suka bekerja di belakang layar daripada kembali jadi pemain. Kegagalan memfilmkan "Lastri" yang baginya untuk kepentingan negara adalah sebuah pembelajaran dan pengalaman berharga menjadi seseorang di balik layar. Dia berjanji akan lebih matang dalam berkonsep tentang sebuah produksi nantinya.
Lahir di Jakarta pada 7 Maret 30 tahun lalu, Marcella adalah putri kandung dari aktris senior Tetty Liz Indriati. Marcella sendiri memiliki seorang adik perempuan yang berprofesi juga sebagai aktris, Olivia Zalianty. Dalam darahnya mengalir keturunan Tionghoa dan Batak, sejak kecil ia sudah tinggal dengan bersama sang ibu yang terkenal disiplin dalam mendidik anak-anaknya.
Marcella sendiri mengaku awalnya tidak ingin mengikuti jejak sang bunda menekuni dunia hiburan tanah air yang sarat dengan unsur glamor. Dia mengaku cukup iba melihat sang ibu yang banting tulang syuting hingga larut malam setiap harinya sejak mereka kecil.
"Cerita Cinta", sebuah produksi sinetron yang tayang di stasiun televisi Indosiar pada tahun 1999 adalah catatan debut Marcella Zalianty sebagai seorang aktris professional. Berawal dari situ, aktingnya memikat Rudi Soedjarwo yang saat itu sedang membangun karir sebagai sutradara muda di tengah mati surinya perfilman nasional.
Bersama dengan sutradara Rudi Soedjarwo, Marcella Zalianty sempat bermain dalam dua film independen arahan sutradara plontos ini, antara lain "Bintang Jatuh dan "Tragedi", kedua film ini rilis di bioskop secara terbatas pada tahun 2000. Talentanya makin terasah saat sutradara muda lainnya Riri Riza memakai Marcella sebagai peran pembantu untuk film indie yang dia besut pada tahun 2002 "Eliana, eliana".
Berturut-turut kita lalu menyaksikan akting Marcella Zalianty dalam banyak ragam jenis film, mulai dari horor, drama komedi, hingga drama psikologi. Walaupun tidak mencetak rekor box office yang luar biasa, rata-rata film yang dibintanginya mempertontonkan sisi akting Marcella. Film-film yang dibintanginya antara lain adalah "Tusuk Jelangkung" (2003), "The Soul" (2003), "Missing" (2005), "Brownies" (2005), "Belahan Jiwa" (2005), hingga "Denias, Senandung Diatas Awan" (2006).
Permainannya yang gemilang dalam drama "Brownies" arahan sutradara muda Hanung Bramantyo diganjar penghargaan Piala Citra sebagai "Pemeran Utama wanita Terbaik" di ajang Festival Film Indonesia 2005. Saat itu Marcella sukses mengalahkan para pesaingnya seperti Cornelia Agatha Dachlia yang bermain bagus sebagai junkie dalam "Detik Terakhir" dan Sigi Wimala yang baru pertama kali bermain layar lebar lewat "Tentang Dia" dan langsung masuk nominasi utama. Selain Lia dan Sigi, Marcella juga sukses mengalahkan aktris muda Laudya Cinthya Bella dan Anggie, dimana keduanya dinominasikan atas permainan acting yang gemilang dalam drama "Virgin".
Di saat perfilman nasional makin kondusif dan berkembang luas, Marcella pun membatasi diri untuk bermain film dengan kisah yang bagus, di sini kita bisa menyaksikan Marcella berakting gemilang dalam "Denias, Senandung Di Atas Awan" yang merupakan masterpiece dari John de Rantau. Sisi lain akting Marcella yang luar biasa semakin terasah saat dirinya diajak sutradara senior Garin Nugroho untuk ikut memperkuat "Under The Tree" yang kisahnya berat.
Terakhir, sebelum bermasalah dengan hukum, kita sempat melihat akting Marcella dalam sebuah film pendek yang merupakan gabungan dari beberapa kisah horor dan fantasi bertitel "TAKUT". Dalam segmen "Show Unit", Marcella yang harus beradu akting dengan Lukman Sardi di bawah arahan Rako Prijanto mampu menampilkan kualitas akting yang memang menjadi andalannya. 

Olivia Zalianty: Langganan Terserang Tiphus

Olivia Zalianty buka kartu soal penyakit. Artis berparas ayu ini sudah langganan terserang tiphus. Itu akibat ia sering memforsir pekerjaan.

CekRicek Editor, CekRicek - Minggu, 27 Juni 2010 16.15 WIB
Olivia Zalianty|Foto: Yayat Ruhayat CnR /OMG 
 
JAKARTA –CnR/OMG- Olivia Zalianty buka kartu soal penyakit. Artis berparas ayu ini sudah langganan terserang tiphus. Itu akibat ia sering memforsir pekerjaan.
“Aku itu paling sering kena tiphus. Dalam satu tahun, sekali aku kena penyakit itu, mungkin aku terlalu sering memforsir pekerjaan,” paparnya usai pembukaan Pekan Olah Raga Tuna Grahita Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (26/6/2010).
Dengan seringnya terkena Tiphus perempuan berambut panjang ini mengaku lebih peduli dengan kesehatan karena itu merupakan investasi di masa depan. “Banyak orang memilih berinvestasi untuk bisnisnya di masa depan, bagi saya itu sah-sah saja akan tetapi investasi yang berharga adalah kesehatan karena kalau hidup kita tidak sehat buat apa,” kata adik kandung Marcella Zalianty itu. (GBU).

Marcella Zalianty Sempatkan Tulis Puisi

Kesibukan artis Marcella Zalianty di acara Jambore Tunas Karya Nusantara bisa dikatakan cukup padat. Pasalnya kakak kandung Olivia Zalianty itu sebagai ketua pelaksananya, sekaligus mendapat mendapat tugas mengisi acara. Bersama Happy Salma, dirinya akan membacakan sebuah puisi.


Editor KapanLagi.com, Selebriti - Sabtu, 03 Juli 2010 14.31 WIB
Marcella Zalianty 
 
Kesibukan artis Marcella Zalianty di acara Jambore Tunas Karya Nusantara bisa dikatakan cukup padat. Pasalnya kakak kandung Olivia Zalianty itu sebagai ketua pelaksananya, sekaligus mendapat mendapat tugas mengisi acara. Bersama Happy Salma, dirinya akan membacakan sebuah puisi.
"Iya (sibuk, red), ini nyempetin latihan di sela-sela jadwal yang padat. Karena tanggung jawabnya juga berat, resikonya merangkap-merangkap. Karena jadi penanggung jawab keseluruhan acara ini. Jadi memang cukup berat. Ini kan malam puncak dari acaranya. Jadi saat ini kita semua sedang fokus mempersiapkannya,"ucapnya di sela kesibukan di Bumi Perkemahan Kiarapayung, Jati Nangor Sumedang, Jumat (02/07).
Puisi yang dibuat khusus untuk acara Jumat (02/07) malam ini ternyata bukan hanya Marcella yang membuat, namun juga dibantu rekan-rekan dari seniman dari Yogyakarta.
"Iya, aku bikin puisi khusus untuk acara ini. Judulnya 'Segumpal Darahku'. Inspirasinya bareng sama temen-temen dari Yogja," ungkapnya. "Empat hari sebelum acara. Khusus untuk acara ini puisinya dibuat," sambungnya mengungkapkan waktu pembuatan puisi. (kpl/gum/dar)

Resolusi 2011, Marcella Zalianty Pengen Momongan

Jika sebelum menikah Marcella Zalianty memiliki ambisi di karirnya, sekarang ada yang berubah. Sejak resmi menjadi istri Ananda Mikola, aktris cantik ini harus ekstra memikirkan keluarga. Itu juga yang jadi resolusinya di tahun 2011 mendatang. Marcella sudah tidak sabar untuk segera menimang momongan.


panLagi.com, Selebriti - Jumat, 24 Desember 2010 19.31 WIB
Marcella Zalianty di PPHUI Foto: Hendra 
 
Jika sebelum menikah Marcella Zalianty memiliki ambisi di karirnya, sekarang ada yang berubah. Sejak resmi menjadi istri Ananda Mikola, aktris cantik ini harus ekstra memikirkan keluarga. Itu juga yang jadi resolusinya di tahun 2011 mendatang. Marcella sudah tidak sabar untuk segera menimang momongan.
"Mudah-mudahan apa yang sudah ditargetkan di 2010 bisa tercapai di 2011. Semoga diridhoi Allah dan mendatangkan kebaikan bagi semuanya. Bisa punya keturunan juga nantinya. Point utamanya yang penting keluarga, juga pengen punya momongan karena umur saya juga sudah 30," tutur Marcella saat ditemui di acara Kado Cinta Buat Ibu, Rabu (22/12).
Pun begitu Marcella tidak serta-merta melepas tanggung jawab soal pekerjaannya. Jika nantinya punya anak, ia tetap akan bekerja meski harus dibatasi antara keluarga dan kerjaan. Dan syukurlah, sang suami mengerti tentang ini.
"Nanda dan aku juga sama-sama kerja. Kita sudah sama-sama commited. Alhamdulillah Nanda menghargai komitmen saya juga untuk bekerja," ujarnya di PPHUI, Kuningan, Jakarta Selatan.
Lantas, apa nih rencana tahun baru Marcella? "Tahun Baru dirayain, tapi aku nggak libur sampai Natal, kerja terus. Mungkin aku baru break (bikin film) tanggal 30 (Desember 2010) sampai tanggal 2 (Januari 2011), setelah itu kerja lagi karena kebetulan ada syuting yang harus dikerjakan, dan aku sudah mempersiapkan sejak jauh-jauh hari. Jadi harus dikerjakan benar-benar, dengan matang," pungkasnya. (kpl/hen/boo)

Marcella Zalianty Berharap Jadi Ibu Luar Biasa

Jasa ibu sungguh luar biasa. Bukan saja orang yang melahirkan kita, tapi juga pahlawan bagi keluarga dan anak-anaknya. Ibu juga memiliki peran yang lebih luas bagi semuanya dalam kehidupan perempuan pada umumnya. Itulah makna indah seorang ibu bagi Marcella Zalianty. Untuk itu, aktris senior ini tak mau ketinggalan berpartisipasi di acara Kado Cinta Buat Ibu.


Editor KapanLagi.com, Selebriti - Jumat, 24 Desember 2010 13.14 WIB
Marcella Zalianty di PPHUI Foto: Hendra 
 
Jasa ibu sungguh luar biasa. Bukan saja orang yang melahirkan kita, tapi juga pahlawan bagi keluarga dan anak-anaknya. Ibu juga memiliki peran yang lebih luas bagi semuanya dalam kehidupan perempuan pada umumnya. Itulah makna indah seorang ibu bagi Marcella Zalianty . Untuk itu, aktris senior ini tak mau ketinggalan berpartisipasi di acara Kado Cinta Buat Ibu.
"Hari ini aku bisa ikut berpartisipasi dalam acara memperingati Hari Ibu dan juga dihadiri oleh para ibu. Bagi saya, Ibu adalah sosok yang sangat mulia, yang dapat mengabdikan seluruh hidupnya pada keluarga. Hari ini merayakan Hari Ibu, pokoknya aku harus bikin senang Ibu hari ini hehehe...," kata Marcella di PPHUI, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (22/12).
Tidak seperti ritual sewaktu masih kecil yakni memberikan berbagai hadiah untuk sang bunda di Hari Ibu, Marcella kini lebih memilih untuk memaknai Hari Ibu secara mendalam. Ia juga mengaku tidak ada ritual khusus yang dilakukannya saat Hari Ibu datang tiap tanggal 22 Desember. Yang pasti, putri Tetty Liz Indriaty ini berharap bisa selalu membahagiakan ibunya.
"Harapannya, saya jadi anak yang lebih nurut lagi pada orang tua. Tidak boleh melawan, tidak boleh membangkang. Jangan sampai ada penyesalan di kemudian hari. Kalau waktu kecil aku kasih bunga atau hadiah lainnya. Tapi kalau sekarang sih sudah gede, lebih ke pemaknaannya saja. Nggak kasih simbol-simbol berupa barang," ujarnya.
Istri Ananda Mikola ini pun mendoakan agar dirinya bisa jauh lebih baik saat menjadi sosok seorang ibu. "Ya mudah-mudahan kalau kelak jadi seorang ibu, maunya jadi ibu yang luar biasa. Sama seperti ibu-ibu sekarang yang apa adanya. Tidak hanya baik bagi suami dan anak-anaknya, tapi baik bagi semuanya. Pokoknya jadi ibu yang tangguh. Mudah-mudahan kelak kalau punya anak, anakku bisa menjadi anak yang berbakti, soleh dan soleha," pungkas Marcella. (kpl/hen/boo)

Marcella Zalianty Berharap Bisa Jadi Ibu Tangguh

Dalam rangka Hari Ibu yang jatuh pada hari ini, 22 Desember, pemain film Marcella Zalianty memiliki harapan yang tidak muluk-muluk.


CekRicek Editor, CekRicek - Rabu, 22 Desember 2010 18.05 WIB
Marcella Zalianty|Foto: dok C&R 
 
JAKARTA-C&R/OMG-Dalam rangka Hari Ibu yang jatuh pada hari ini, 22 Desember, pemain film Marcella Zalianty memiliki harapan yang tidak muluk-muluk.
Ia berharap kelak memiliki seorang anak dan bisa menjadi seorang ibu yang tangguh. Pasalnya, ia sangat terinspirasi dari sang ibu, Tetty Liz Indriati yang telah berhasil mendidik dan membesarkan seluruh anaknya hingga menjadi orang yang berhasil.
Tak hanya itu, ia juga berharap sang buah hati menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya.
"Maunya jadi ibu yang luar biasa, sama seperti ibu-ibu sekarang yang apa adanya. Tidak hanya baik bagi suami dan anak-anaknya, tapi baik bagi semuanya. Pokoknya, jadi ibu yang tangguh. Mudah-mudahan kelak kalau aku punya anak, anakku bisa menjadi anak yang berbakti, soleh-soleha,"tuturnya ditemui di Pusat Perfilaman Haji Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (22/12/2010).
Meski begitu, di hari Ibu kali ini, ia tidak merayakan atau memberikan sesuatu untuk sang ibunda tercinta. Isteri pembalap, Ananda Mikola itu hanya mengucapkan selamat Hari Ibu kepada sang ibu tercinta dengan mengirimkan pesan singkat melalui ponselnya tadi pagi.
"Nggak ngasih apa-apa, kok. Tapi tadi hanya ngasih ucapan saja buat mama. Semoga mama tambah sayang dan sabar menghadapi kami, anak-anaknya yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng. Kalau waktu kecil, aku kasih bunga atau hadiah lainnya. Tapi kalau sekarang, sih, sudah gede, lebih ke pemaknaannya saja. Nggak kasih simbol-simbol berupa barang,"ungkap wanita kelahiran 7 Maret 1980 itu. (PRIH PRAWESTI FEBRIANI).